Pendidikan Maritim Bangun Keahlian di Dunia Laut
Makassar – Pendidikan maritim adalah suatu sistem pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada keterampilan teknis pelayaran dan pengoperasian kapal. Pendidikan maritim juga mencakup anak manajenal, hukum laut, etika prodesi, teknologi maritim, dan pelestarian lingkungan.
Baca Juga: Optimisme Transformasi Pendidikan Indonesia
Hal ini sejalan dengan Agenda SDGs 14 (life Below Water), yang menyerukan perlunya pembangunan kapasitas dan pendidikan untuk melestarikan serta memanfaatkan sumber daya laut secara berkelanjutan.
Peran Pendidikan Maritim dalam Perekonomian Global
Menurut International Maritime Organization (MO, 2022), sekitar 80% volume perdagangan dunia dilakukan melalui jalur lau, menjadikan industri maritim sebagai tulang punggung perekonomian global.
Pendidikan maritim mencakup pelatihan teknis, navigasi, hukum laut, logistik, manajemen pelabuhan,
keselamatan pelayaran, serta konekuensi lingkungan laut yang yang semuanya berkontribusi terhadap ekosistem ekonomi global yang kompleks.
Pengembangan Teknologi dan Inovasi Maritim
Pengembangan teknologi dan inovasi maritim merupakan pilar penting dalam memperkuat daya saing industri kelautan di tengah dinamika global yang serba digital dan berkelanjutan.
Kemajuan seperti kapal otonom (austronomus ships), sistem navigasi berbasis AI, pelacakan
kargo real-time, hingga desain kapal ramah lingkungan menjadi bagian dari tenskip teknologi modern yang membutuhkan SDM.
Struktur dan Kurikulum Pendidikan Maritim
Pendidikan maritim merupakan salah satu bidang pendidikan yang sangat strategis mengingat peranan sektor maritim dalam pembangunan ekonomi, keamanan, dan kelestraian lingkungan laut.
Struktur pendidikan maritim dirancang secara sistematis untuk mencetak sumber daya manusia yang kompeten,
profesional, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan industri maritim yang sangat dinamis.
Adapun kurikulum pendidikan maritim dirancang secara kompetitif untuk memnuhi kebutuhan kompetensi
yang sangat spesifik dalam dunia kelautan dan pelayaran, yang tidak hanya menuntut penguasaan teori, tetapi juga kemampuan praktis dan sikap profesional yang tinggi.
Peran Teknologi dalam Pendidikan Maritim
Teknologi berperan sentral dalam transformasi pendidikan maritim saat ini. Seiring dengan kemjuan teknologi dan otomisasi di sektor maritim pun dituntut untuk beradaptasi
dan mengintegrasikan tekbologi agar mampu menghasilkan tenaga kerja yang kompeten dan siap menghadapi modern di dunia kelautan.
IMO dalam pedoman pelatihan dan sertifikasi pelaut (STCW Convention) menegaskan pentingnya penggunaan teknologi dalam pelatihan maritim guna meningkatkan keselamatan dan efisiensi operasional.
Dengan demikian, teknologi bukan hanya sekedar pendukung, tetapi telah menjadi tulang punggung pendidikan
maritim yang strtegis yang mematikan kesiapan lulusan untuk menghadapi tantagan dan peluang di dunia kelautan.
Kebijakan dan juga Regulasi dalam Pendidikan Maritim
Kebijakan dan juga regulasi dalam pendidikan maritim berperan yang sangat penting dalam menciptakan
sumber daya manusia yang kompeten dan juga profesional di sektor kelautan.
Pendidikan maritim tidak hanya berfokus pada penguatan teknik dan juga pengetahuan prakttis di bidang,
pelayanan, tetapi juga harus diarahkan oleh aturan dan juga standar yang berlaku baik secara nasional.
Pemerintah bertanggung jawab menetapkan regulasi dan juga standar yang mengacu pada konvensi-konvensi
\international seperti STCW yang menjadi acuan global dalam pengelolaan sumber daya manusia di sektor maritim.
Regulasi ini mengalami bahwa kurikulum pendidikan maritim di seluruh dunia, termasuk di indonesia memenuhi standar keselamatan, efisiensi, dan juga perlindungan laut.