Ratusan Ribu Siswa Terdampak Bencana Sumatera, Ketua Komisi X: Percepat Pemulihan
Jakarta – Banjir bandang dan tanah longsor menerjang Sumatera Aceh, Sumatera Utara (Sumut) dan Sumatera Barat (Sumbar), Bencana alam tersebut membuat ribuan sekolah mengalami kerusakan dan menganggu kegiatan belajar mengajar ratusan ribu murid.
Baca Juga: Pendidikan Maritim Bangun Keahlian di Dunia Laut
Ketua komisi X DPR RI. Hetjah Sjahfudin, mendesak pemerintah mempercepat pemulihan layanan pendidikan di pulau Sumatera bagian utara pasca banjir dan longsor.
“Ribuan sekolah rusak dan juga ratusan ribu siswa belajar dalam skala besar membutuhkan langkah yang lebih cepat, terstruktur dan djuga idukung anggaran tambahan.
Pemulihan harus dipercepat dan juga difokuskan pada kebutuhan paling mendesak ujar habobah dalam keterangannya. Selasa (9/12/2025).
Komisi X mendukung Kementrian Pendidikan dasar dan juga menengah kemndikdasmen mengalokasikan tambahan anggaran pada APBN 2025 dan juga memberi fleksibilitas kepada pemerintah daerah untuk menyesuaikan kalender akademik pada pembeljaran.
Hatjiah meminta Kemendikdasmen memberikan fleksibilitas pembelajaran bagi daerah berdampak, memperluas layanan psikososial, serta memasukan pengaturan pendidikan dalam situasi bencana ke dalam RUU diskadis.
Mendorong Kemajuan Pendidikan
Ia menilai perlindungan pendidikan dalam situasi bencana perlu divantumkan secar eksplosif dalam RUU sesdiknes agar memiliki kepastain hukum. “Kita perlu regulasi yang menjamin bahwa dalam kondisi apapun pendidikan tetap jalan.
Mendikdasmen Prof Abdul Muti dalam rapat kerja dengan Komisi X mendapatkan bahwa 2.788
satuan pendidikan terdampak 5.421 ruang kelas rusak dan juga lebih dan juga 600 ribu siswa mengalami ganguan layanan.
Melihat skala kerusakan tersebut, Komisi X meminta percepatan perbaikan infrastuktur pendidikan serta
kombinasi lintas kementrian dan juga pemerintah daerah untuk memastikan layanan dasar segera kembali berjalana.
“Yang perlu penting sekarang adalah pemulihan sekolah, mengamankan anak-anak dan juga memastikan mereka bisa kembali belajar secepat mungiin.
Hatfiah memastikan komisi X akan terus mengawali percepatan pemulihan pendidikan. “Yang dipertaruhkan adalah masa depan anak-anak. Pemulihan harus cepat dan juga berpihak pada mastyarakat berdampak.