Khofifah Bikin Program Bantuan Pendidikan Prasejahtera, Ini Targetnya

Surabaya – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meluncurkan Program Bantuan Biaya Pendidikan Peserta Didik Prasejahtera Tahun 2026 Jenjang SMA/SMK/SLB di Dyndra Convention Center Surabaya.

Baca Juga: Negara Ini Akan Larang Siswi Pakai Jilbab di Kelas, Pemerintah Ungkap Alasannya

Khofifah menekankan, bantuan biaya pendidikan bukan hanya soal transfer dana, tetapi investasi jangka panjang untuk masa depan generasi Jawa Timur.

Program ini diharapkan mampu menekan angka putus sekolah, mencegah pernikahan usia anak, serta memastikan pemulehan pendidikan wajib 12 tahun secara lebih merata hingga ke wilayah terpencil.

“Sapaan dari Pemprov tolong digunakan sebaik-baiknya karena uang ini uang amanah supaya anak-anak tidak putus sekolah,” ujar kholifah, Kamis (11/12/2025).

Bagi Anak-Anak Kurang Mampu

Kholifah juga memberikan pesan khusus kepada para orang tua agar terus mendampingi dan memotibasi putra-putranya. Sementara kepada siswa penerima bantuan, ia berpesan agar memanfaatkan kesempatan ini untuk menata masa depan.

“Para orang tua dorong semangat putra-putranya supaya mereka membangun cita-cita untuk terus sekolah, kuliah dan sukses barokah dan mulai “pesan kholifah.

Kholifah berharap program ini benar-benar meringankan beban keluarga prasejahtera khususnya di desail 1 dan 2 sehingga anak-anak dapat fokus belajar, ia menegaskan

bahwa keberhasilan program pendidikan membutuhkan sinergi seluruh pihak, sekolah, pemerintah, daerah, dunia usaha, komunitas, serta masyarakat.

“Saya mengajak seluruh elemen untuk bersinergi, sehingga program ini dapat berjalan tepat sasaran transparan dan akuntabel,” ajaknya.

Lebih lanjut peningkatan mutu pendidikan menjadi fokus utama program pembangunan di Jawa

Timur Sebab peningkatan kualitas pendidikan berkolerasi positif dengan indeks Pembangunan Manusai (PM).

Khofifah menyebut IPM Jawa Timur tahun 2025 tercatat di angka 76,13, kategori tinggi Meningkat 1,78 poin dibandingkan tahun 2024 sebesar 75,35 atau nasional yang berada di angka 75,90.

Berbagai Manfaat

“Capaian ini hasil kerja keras bersama, Namun, untuk memastikan angka RLS dan HLS terus

meningkat harus fokus pada tantangan pemerataan akses pendidikan bagi seluruh anak di jawa timur.” tuturnya.

‘Atas nama Kementrian Dalam Negeri kami mengucapkan apresiasi terutama program memberikan bantuan kepada peserta pendidikan agar bisa terus belajar,” ujarnya.

Menurut paudah, penentuan kebutuhan pendidikan di Jatim sangat baik sehingga tidak ada lagi orang yang tidak mendapatkan hak pendidikan. Keberhasilan tidak lepas dari kolaborasi pemerintah pusat dan daerah sehingga memiliki aksi agar anak tetap berada di satuan pendidikan.

“Jatim satu-satunya provinisi yang telah menyelesaikan dokumen rencana anak tidak sekolah. Apresiasi terhadap komitmen tinggi dan provinsi Jatim khusunya dinas pendidikan hak dasar seluruh warga bisa dilaksanakan di Jatim.” katanya.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jatim Aries Agung Paewai mengatakan, sasaran penerima siswa SMK, SMA dan SLB kelas X-XI dan keluarga kurang mampu desil 1 dan 2.

Anggaran yang diberikan untuk peserta didik masing-masing Rp juta. Total sasaran penerima bantuan sekitar 48,077 ribu peserta didik dengan total anggaran Rp 48,077 miliar.

Adapula aturan tegas pembatas bantuan dilakukan apabila pemerintah didik menggali dunia, putus sekolah, terlibat kriminalk dan menikah di usia dini.