Sekolah Rakyat Jalan Memutus Rantai Kemiskinan Lewat Pendidikan
Jakarta – Tidak ada yang lebih memilukan selain melihat anak-anak Indonesia terpupus harapan masa depan hanya karena terlahir dari keluarga miskin. Kemiskinnan kerap menjadi lingkaran setan yang diwariskan antar generasi.
Baca Juga: Sekolah Rakyat Jalan Memutus Rantai Kemiskinan Lewat Pendidikan
Di tengah tantangan itu, pendidikan adalah jalan paling nyata untuk memutus lingkaran tersebut. Seperti kata Neilson Mandela, “Pendidikan adalah senjata paling kuat untuk menghancurkan kemiskinan.”
Kita seharusnya bisa bersepakat bahwa kemiskinan tak boleh jadi takdir. Data Badan Pusat Statistik (BPS) 2025 mencatat, lebih dari 25 juta warga Indonesia hidup di bawah garis kemiskinan, dan sebagian besar berasal dari keluaraga yang nyaris tak memiliki akses pendidikan layak.
Data Statistik Usai Penelitian
Sejumlah penenlitian menunjukan korelasi erat antara pendidikan dan kemiskinan. Semakin lama seseorang bersekolah, peluagnya keluar dan kemiskinan jauh lebih besar. Bank dunia (2021) bahkan mencatat bahwa peningkatan rata-rata lama sekolah di Indonesia dapat menurunkan tingkat kemiskinan hingga 4 persen.
Inilah yang terjadi pijakan utama Presiden Republik Indonesia Prabowo Subiant, saat menggagas Sekolah Rakyat. Beliau selalu menekankan amanah UUD 1945 di bagian pembukaan bahwa negara wajib kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa.
Visi Indonesia Emas 2045 diwujudkan salah satunya dengan memperkuat pembangunan sumber daya manusia lewat pendidikan.
Sekolah rakyat sebagai program transformatif bertujuan agar tak ada lagi anak Indonesia kehilangan akses pendidikan hanya karena faktor eonomi. Dalam berbagai kesempatan, Presiden menegaskan, “Pendidikan adalah penentu apakah bangsa ini akan menjadi negara maju atau tetap miskin.
Manfaat Adanya Sekolah Rakyat
Sekolah Rakyat adalah sekolah berasrama dengan fasilitas setara sekolah unggulan. Bedanya, sekolah ini menyasar anak-anak dari keluarga paling rentan, yakni mereka yang kategori detail 1 dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi(DTSEN).
Mereka akan mendapatkan pendidikan akademis, penanaman nilai kebangsaan, hingga keterampilan teknologi yang relevan dengan kurikulumnya yang sudah terintegrasi dengan pendidikan vokasional dan penguatan karakter. Seluruh biaya pendidikan, asrama, dan fasilitas, ditanggung sepenuhnya oleh negara.
Menteri Sosial Saifullah Yususf menegaskan, Sekolah Rakyat adalah bagian dari ikhtisar besar memutus rantai kemiskinan, sekaligus menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas.
Program ini juga dirancang sebagai ruang belajar yang aman dan inklusif. Semua anak yang memenuhi kriteria berhak mendapatkan kesempatan yang sama, tanpa memandang asal-usul atau latar belakang.
Sebentar lagi program ini akan dimulai. Tahap awalnya siap bergulir dengan dukungan nyata berbagai pihak, baik di tingkat pusat maupun daerah. agar program ini benar-benar hadir di tengah masyarakat yang membutuhkan.
Di berbagai daerah, antusiame terlihat nyata. Sejumlah kepala daerah diantaranya dari Sibolga, Gresik, hingga Papua Tengah, bergerak cepat mempersiapkan lahan, inrastuktur dan sosialisasi. Beberapa bahkan membentuk ini khusus untuk memfasilitasi pembangunan Sekolah Rakyat.
Dukungan juga datang dari Kementrian Kesehatan yang menggelar pemeriksaan kesehatan gratis bagi seluruh calon siswa mulai 7 juli 2025. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPA) turut dilibatkan sejak awal nanti.
Semangat yang sama datang dari para calon guru. Tak sedikit lulusan terbaik perguruan tinggi terpanggil mendaftar sebagai pengajar Sekolah Rakyat. Mereka melihat ini bukan sekedar profesi, melainkan panggilan untuk ikut membangun masa depan Indonesia.
Dukungan publik juga terus menguat. Survei Litbang Kompas Mencatat, 94,4 persen masyarakat mendukung penuh Sekolah Rakyat, dan 83,9 persen yakin program ini efektif memutus rantai kemiskinan jika dijalankan dengan baik.