Pendidikan Indonesia di Era Perubahan

Pendidikan Indonesia di Era Perubahan

Pendidikan Indonesia di Era Perubahan – Pendidikan selalu menjadi fondasi utama dalam membangun masa depan bangsa. Di Indonesia, sektor pendidikan terus mengalami perubahan seiring perkembangan zaman, teknologi, dan kebutuhan masyarakat. Dalam beberapa tahun terakhir, dunia pendidikan di hadapkan pada tantangan besar sekaligus peluang baru, terutama dengan pesatnya perkembangan teknologi digital dan perubahan pola belajar peserta didik. Transformasi pendidikan tidak lagi menjadi pilihan, melainkan keharusan agar sistem pendidikan mampu melahirkan generasi yang adaptif, kreatif, dan siap menghadapi masa depan.

Perubahan Lanskap Pendidikan Nasional

Perkembangan teknologi slot gatotkaca informasi telah mengubah cara belajar dan mengajar di berbagai jenjang pendidikan. Sekolah dan perguruan tinggi kini tidak hanya mengandalkan metode tatap muka konvensional, tetapi juga memanfaatkan platform digital sebagai sarana pembelajaran. Penggunaan Learning Management System (LMS), kelas daring, dan sumber belajar digital semakin umum digunakan, baik di kota besar maupun di daerah.

Perubahan ini di dorong oleh kebutuhan untuk meningkatkan akses dan kualitas pendidikan. Dengan teknologi, materi pembelajaran dapat diakses kapan saja dan di mana saja. Siswa tidak lagi terbatas pada buku teks, tetapi dapat memperkaya pengetahuan melalui video pembelajaran, simulasi interaktif, dan diskusi daring. Guru pun di tuntut untuk beradaptasi, tidak hanya sebagai pengajar, tetapi juga sebagai fasilitator dan pembimbing proses belajar.

Kurikulum yang Lebih Fleksibel dan Relevan

Salah satu fokus utama dalam transformasi pendidikan adalah pembaruan kurikulum. Kurikulum yang lebih fleksibel di rancang untuk menyesuaikan dengan kebutuhan dan minat peserta didik, sekaligus relevan dengan perkembangan zaman. Pendekatan pembelajaran yang menekankan pada pemahaman konsep, pengembangan karakter, dan keterampilan berpikir kritis menjadi semakin penting.

Dalam praktiknya, sekolah di berikan ruang untuk mengembangkan pembelajaran sesuai dengan konteks lokal dan kemampuan siswa. Proyek berbasis masalah, pembelajaran kolaboratif, dan penilaian yang lebih menekankan proses menjadi bagian dari upaya menciptakan pengalaman belajar yang bermakna. Dengan cara ini, pendidikan tidak hanya berorientasi pada nilai akademik, tetapi juga pada pembentukan sikap, kreativitas, dan kemandirian.

Peran Guru di Tengah Perubahan

Di tengah transformasi ini, peran guru menjadi sangat krusial. Guru tidak hanya dituntut menguasai materi pelajaran, tetapi juga mampu memanfaatkan teknologi dan metode pembelajaran inovatif. Pelatihan dan pengembangan profesional guru menjadi kebutuhan yang tidak bisa di abaikan.

Banyak guru yang kini mulai mengembangkan media pembelajaran sendiri, seperti video penjelasan, kuis interaktif, hingga modul digital. Kreativitas guru dalam menyajikan materi sangat berpengaruh terhadap motivasi belajar siswa. Namun, tantangan juga muncul, terutama bagi guru yang belum terbiasa dengan teknologi atau memiliki keterbatasan akses terhadap fasilitas pendukung.

Tantangan Kesenjangan Akses Pendidikan

Meskipun transformasi digital membawa banyak manfaat, kesenjangan akses pendidikan princess 1000 masih menjadi persoalan serius. Tidak semua daerah memiliki infrastruktur internet yang memadai. Di beberapa wilayah terpencil, akses terhadap perangkat digital dan jaringan internet masih terbatas, sehingga penerapan pembelajaran berbasis teknologi belum optimal.

Kesenjangan ini berpotensi memperlebar perbedaan kualitas pendidikan antarwilayah. Oleh karena itu, diperlukan upaya kolaboratif antara pemerintah, sekolah, dan masyarakat untuk memastikan pemerataan akses pendidikan. Pembangunan infrastruktur, penyediaan perangkat belajar, serta dukungan bagi siswa dan guru di daerah tertinggal menjadi langkah penting untuk mengatasi masalah ini.

Peran Orang Tua dan Masyarakat

Transformasi pendidikan tidak hanya melibatkan sekolah dan pemerintah, tetapi juga orang tua dan masyarakat. Dukungan orang tua sangat berpengaruh terhadap keberhasilan proses belajar anak, terutama dalam pembelajaran yang memanfaatkan teknologi. Pendampingan, pengawasan, dan komunikasi yang baik antara orang tua dan sekolah menjadi kunci terciptanya lingkungan belajar yang kondusif.

Masyarakat juga dapat berperan melalui berbagai inisiatif, seperti penyediaan ruang belajar bersama, program literasi, dan kegiatan ekstrakurikuler yang mendukung pengembangan minat dan bakat siswa. Dengan keterlibatan berbagai pihak, pendidikan dapat menjadi tanggung jawab bersama, bukan hanya institusi formal.

Pendidikan Karakter di Era Digital

Di tengah kemajuan teknologi, pendidikan karakter tetap menjadi aspek yang tidak boleh di abaikan. Kemudahan akses informasi perlu di imbangi sweet bonanza demo dengan kemampuan berpikir kritis, etika digital, dan tanggung jawab sosial. Sekolah memiliki peran penting dalam menanamkan nilai-nilai seperti kejujuran, disiplin, toleransi, dan kerja sama.

Pendidikan karakter dapat diintegrasikan dalam berbagai mata pelajaran dan kegiatan sekolah. Diskusi, kerja kelompok, dan proyek sosial menjadi sarana efektif untuk membentuk sikap positif dan empati pada peserta didik. Dengan demikian, pendidikan tidak hanya menghasilkan individu yang cerdas secara akademik, tetapi juga berkarakter kuat.

Harapan untuk Masa Depan Pendidikan

Melihat berbagai upaya dan perubahan yang sedang berlangsung, masa depan pendidikan Indonesia menyimpan banyak harapan. Transformasi yang dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan diharapkan mampu meningkatkan kualitas pendidikan secara menyeluruh. Pemanfaatan teknologi, pembaruan kurikulum, dan peningkatan kompetensi guru menjadi fondasi penting dalam menciptakan sistem pendidikan yang inklusif dan relevan.

Ke depan, tantangan tentu akan terus ada. Namun, dengan komitmen dan kerja sama dari semua pihak, pendidikan Indonesia dapat berkembang menjadi lebih adaptif dan mampu menjawab kebutuhan zaman. Pendidikan yang berkualitas bukan hanya tentang transfer ilmu, tetapi juga tentang membentuk generasi yang siap belajar sepanjang hayat dan berkontribusi positif bagi bangsa.

Penutup

Transformasi pendidikan adalah proses panjang yang membutuhkan kesabaran, inovasi, dan kolaborasi. Di era digital ini, pendidikan Indonesia berada di persimpangan antara tantangan dan peluang. Dengan langkah yang tepat, pendidikan dapat menjadi kekuatan utama dalam membangun masa depan yang lebih baik, adil, dan berkelanjutan bagi seluruh anak bangsa.

Ratusan Ribu Siswa Terdampak Bencana Sumatera, Ketua Komisi X: Percepat Pemulihan

Jakarta – Banjir bandang dan tanah longsor menerjang Sumatera Aceh, Sumatera Utara (Sumut) dan Sumatera Barat (Sumbar), Bencana alam tersebut membuat ribuan sekolah mengalami kerusakan dan menganggu kegiatan belajar mengajar ratusan ribu murid.

Baca Juga: Pendidikan Maritim Bangun Keahlian di Dunia Laut

Ketua komisi X DPR RI. Hetjah Sjahfudin, mendesak pemerintah mempercepat pemulihan layanan pendidikan di pulau Sumatera bagian utara pasca banjir dan longsor.

“Ribuan sekolah rusak dan juga ratusan ribu siswa belajar dalam skala besar membutuhkan langkah yang lebih cepat, terstruktur dan djuga idukung anggaran tambahan.

Pemulihan harus dipercepat dan juga difokuskan pada kebutuhan paling mendesak ujar habobah dalam keterangannya. Selasa (9/12/2025).

Komisi X mendukung Kementrian Pendidikan dasar dan juga menengah kemndikdasmen mengalokasikan tambahan anggaran pada APBN 2025 dan juga memberi fleksibilitas kepada pemerintah daerah untuk menyesuaikan kalender akademik pada pembeljaran.

Hatjiah meminta Kemendikdasmen memberikan fleksibilitas pembelajaran bagi daerah berdampak, memperluas layanan psikososial, serta memasukan pengaturan pendidikan dalam situasi bencana ke dalam RUU diskadis.

Mendorong Kemajuan Pendidikan

Ia menilai perlindungan pendidikan dalam situasi bencana perlu divantumkan secar eksplosif dalam RUU sesdiknes agar memiliki kepastain hukum. “Kita perlu regulasi yang menjamin bahwa dalam kondisi apapun pendidikan tetap jalan.

Mendikdasmen Prof Abdul Muti dalam rapat kerja dengan Komisi X mendapatkan bahwa 2.788

satuan pendidikan terdampak 5.421 ruang kelas rusak dan juga lebih dan juga 600 ribu siswa mengalami ganguan layanan.

Melihat skala kerusakan tersebut, Komisi X meminta percepatan perbaikan infrastuktur pendidikan serta

kombinasi lintas kementrian dan juga pemerintah daerah untuk memastikan layanan dasar segera kembali berjalana.

“Yang perlu penting sekarang adalah pemulihan sekolah, mengamankan anak-anak dan juga memastikan mereka bisa kembali belajar secepat mungiin.

Hatfiah memastikan komisi X akan terus mengawali percepatan pemulihan pendidikan. “Yang dipertaruhkan adalah masa depan anak-anak. Pemulihan harus cepat dan juga berpihak pada mastyarakat berdampak.

Pendidikan Maritim Bangun Keahlian di Dunia Laut

Makassar – Pendidikan maritim adalah suatu sistem pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada keterampilan teknis pelayaran dan pengoperasian kapal. Pendidikan maritim juga mencakup anak manajenal, hukum laut, etika prodesi, teknologi maritim, dan pelestarian lingkungan.

Baca Juga: Optimisme Transformasi Pendidikan Indonesia

Hal ini sejalan dengan Agenda SDGs 14 (life Below Water), yang menyerukan perlunya pembangunan kapasitas dan pendidikan untuk melestarikan serta memanfaatkan sumber daya laut secara berkelanjutan.

Peran Pendidikan Maritim dalam Perekonomian Global

Menurut International Maritime Organization (MO, 2022), sekitar 80% volume perdagangan dunia dilakukan melalui jalur lau, menjadikan industri maritim sebagai tulang punggung perekonomian global.

Pendidikan maritim mencakup pelatihan teknis, navigasi, hukum laut, logistik, manajemen pelabuhan,

keselamatan pelayaran, serta konekuensi lingkungan laut yang yang semuanya berkontribusi terhadap ekosistem ekonomi global yang kompleks.

Pengembangan Teknologi dan Inovasi Maritim

Pengembangan teknologi dan inovasi maritim merupakan pilar penting dalam memperkuat daya saing industri kelautan di tengah dinamika global yang serba digital dan berkelanjutan.

Kemajuan seperti kapal otonom (austronomus ships), sistem navigasi berbasis AI, pelacakan

kargo real-time, hingga desain kapal ramah lingkungan menjadi bagian dari tenskip teknologi modern yang membutuhkan SDM.

Struktur dan Kurikulum Pendidikan Maritim

Pendidikan maritim merupakan salah satu bidang pendidikan yang sangat strategis mengingat peranan sektor maritim dalam pembangunan ekonomi, keamanan, dan kelestraian lingkungan laut.

Struktur pendidikan maritim dirancang secara sistematis untuk mencetak sumber daya manusia yang kompeten,

profesional, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan industri maritim yang sangat dinamis.

Adapun kurikulum pendidikan maritim dirancang secara kompetitif untuk memnuhi kebutuhan kompetensi

yang sangat spesifik dalam dunia kelautan dan pelayaran, yang tidak hanya menuntut penguasaan teori, tetapi juga kemampuan praktis dan sikap profesional yang tinggi.

Peran Teknologi dalam Pendidikan Maritim

Teknologi berperan sentral dalam transformasi pendidikan maritim saat ini. Seiring dengan kemjuan teknologi dan otomisasi di sektor maritim pun dituntut untuk beradaptasi

dan mengintegrasikan tekbologi agar mampu menghasilkan tenaga kerja yang kompeten dan siap menghadapi modern di dunia kelautan.

IMO dalam pedoman pelatihan dan sertifikasi pelaut (STCW Convention) menegaskan pentingnya penggunaan teknologi dalam pelatihan maritim guna meningkatkan keselamatan dan efisiensi operasional.

Dengan demikian, teknologi bukan hanya sekedar pendukung, tetapi telah menjadi tulang punggung pendidikan

maritim yang strtegis yang mematikan kesiapan lulusan untuk menghadapi tantagan dan peluang di dunia kelautan.

Kebijakan dan juga Regulasi dalam Pendidikan Maritim

Kebijakan dan juga regulasi dalam pendidikan maritim berperan yang sangat penting dalam menciptakan

sumber daya manusia yang kompeten dan  juga profesional di sektor kelautan.

Pendidikan maritim tidak hanya berfokus pada penguatan teknik dan juga pengetahuan prakttis di bidang,

pelayanan, tetapi juga harus diarahkan oleh aturan dan juga standar yang berlaku baik secara nasional.

Pemerintah bertanggung jawab menetapkan regulasi dan juga standar yang mengacu pada konvensi-konvensi

\international seperti STCW yang menjadi acuan global dalam pengelolaan sumber daya manusia di sektor maritim.

Regulasi ini mengalami bahwa kurikulum pendidikan maritim di seluruh dunia, termasuk di indonesia memenuhi standar keselamatan, efisiensi, dan juga perlindungan laut.

Optimisme Transformasi Pendidikan Indonesia

Optimisme Transformasi Pendidikan Indonesia

Jakarta – Saat ini dunia pendidikan Indonesia berada di persimpangan yang sangat urgent disikapi. Komitmen Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan kualitas pendidikan yang lebih merata dan berkualitas.

Baca Juga: Sekolah Rakyat dan Kompleksitas Pengelolaan Pendidikan

Melalui konsolidasi fasilitas dan pemerataan akses pendidikan, program ini diharapkan dapat meningkatkan kualitaas sumber daya manusia (SDM) Indonesia secara berkelanjutan. Namun, untuk memastikan keberhasilannya, kita perlu adaptasi kontektual Contex Based Inovation.

Begera-negara seperti vietnam dan Korea Selatan yang berhasil meraih prestasi luar biasa meskipun menghadapi tantangan yang serupa.

Meningkatkan Kualitas Pendidikan

Pendidikan berkualitas adalah fondasi untuk membangun SDM yang kompetitif, inovatif, dan siap menghadapi tantangan global. Dalam beberapa tahun terakhir, indonesia telah menunjukan komitmen besar untuk meningkatkan kualitas pendidikan di seluruh wilayah, terutama di daerah-daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Program pemerataan fasilitas pendidikan, termasuk penyediaan perangkat digital untuk mendukung proses belajar mengajar, adalah langkah strategis yang perlu diapresiasi, didukung, dan diawasi bersama.

Fokus pemerataan pendidikan tidak hanya pada distribusi fasilitas, tetapi juga pada konsolidasi sekolah-sekolah yang kekurangan siswa atau fasilitas terbatas. Langkah ini akan memastikan bahwa semua siswa di seluruh penjuru Indonesia mendapatkan kesempatan yang sama untukk mengakses pendidikan berkualitas.

Target Pemerintah 7000 Sekolah Terintegrasi

Pemerintah menargetkan pembangunan +7.000 Sekolah Terintegrasi di seluruh kecamatan mulai 2026, beradasarkan pidato Presiden Prabowo serta rillis resmi SetmegSetkab.

Setiap kawasan pendidikan dirancang sebagai campus style, bukan sekedar SD-SMP-SMA/SMK yang berdekatan, tetapi satu kompleks terpadu dengan satu pagar area kawasan.

Dalam satu kawasan tersedia SD, SMP, dan SMA atau SMK, dilengkapi fasilitas modern layaknya standar negara maju. Laboratorium Matematika, Sains, Bahasa, Bengkel vokasional SMK, Fasilitas olahraga dan seni, serta interactive flat panel smartboard.

Program ini menargetkan terutama keluarga menengah ke bawah (desil 3-6) Pada saat yang sama pemerintah menyiapkan dua skema pelengkap Sekolah Rakyat boarding, untuk keluaraga sangat miskin (desil 1-2) dan Sekolah Garuda.

Sekolah unggulan untuk murid berbakat STEM, ini gagasn sangat bolistik dan sejak awal harus jelas parameter dan tahapan target capaian/luarnya.

Meski sekolah terintegrasi bersifat nonasrama, sehingga siswa tetap.

Sekolah terintegrasi akan menjadi anchor school sekolah neegeri di kecamatan dalam kebijakan zonasi. Pembangunan tidak selalu dimulai dari nol, pemerintah harusnya membuka opsi konversi atau revitalasi sekolah negeri yang sudah ada.

Untuk eksekusi diperlukan bentuk tim satgas. Sekolah Terintegrasi yang profesional berkomitmen dan integrasi tinggi di bawah Kemendikdasmen/ Kemendikbud

Belajar dari Keberhasilan Vietnam dan Korea Selatan

Vietnam bukti negara berkembang bisa unggul berhasil mencetak lompatan besar dalam kualitas pendidikan, meski memiliki tantangan ekonomi dan geografis yang mirip dengan Indonesia.

Menunjukan bahwa komitmen kuat terhadap pemerataan dan peningkatan kompetensi guru dapat menghasilkan kualitas pendidikan tinggi, bahkan di kawasan yang termiskin.

Peran Strategis Akademisi Penting dalam Implementasi Sekolah Terintegrasi

Keterlibatan akademisi dalam pengembangan kebijakan memastikan bahwa program. Sekolah Terintegrasi tidak hanya tepat sasaran, tetapi juga adaptip dan diterima oleh seluruh lapisan masyarakat.

Lebih jauh perguruan tinggi diharapkan menjadi institusi yang benar-benar berdampak, bukan sekedar menghasilkan lulusan, publikasi, atau pemikat global.

Optimisasi Indonesia: Melihat Peluang dan Tantangan

Jika Program ini dilaksanakan dengan efektif, fokus pada selektif dan produksi guru bermutu, upgrading skill guru-guru berkelanjutan.

Melangkah Bersama Menuju Masa Depan yang Lebih Baik

Pendidikan adalah kunci utama untuk membangun Indonesia yang lebih maju dan kompetitif di kancah global. Dengan komitmen yang kuat dari Presiden Prabowo dan berbagai pihak terkait, serta mengadopsi secara adaptif.

Sekolah Rakyat dan Kompleksitas Pengelolaan Pendidikan

Jakarta – Dalam upaya mempercepat pengentasan kemiskinan, Kementian sosial akan membuka sekolah rakyat untuk semua jenjang dan sekolah dasar hingga sekolah menengah atas. Skemanya, seluruh biaya pendidikan,s seragam, makan dan akomodasi lainnya ditanggung seratus persen oleh negara.

Baca Juga: Khofifah Bikin Program Bantuan Pendidikan Prasejahtera, Ini Targetnya

Sekitar 1000 peserta didik yang berasal dari kalangan tidak mampu akan ditampung di asrama. Sekolah Rakyat yang dianggarkan Rp 100 milliar per satuan pendidikan akan dimulai juli 2025.

Mencermati hadirnya pemerintah pusat dalam sekolah rakyat tampaknya pemerintah Prabowo

Subianto mulai melakukan eksperimen dengan mempromsikan ideologi sosialisme dengan kapitalisme dalam dunia pendidikan.

Peran Negara versus Janji Politik

Dalam konstitusi, negara bertanggung jawab sekaligus menjamin hak warga negara dalam pendidikan. Tidak hanya itu, alokasi 20% pendidikan secara ekplosits dinyatakan dalam konstitusi. Sementara itu, negara membuka partisipasi masyarakat dalam pembiayaan.

Konsep Menejemen Berbasis Sekolah (MBG) diperkenalkan dalam Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional. agar masyarakat dapat aktif terlibat dalam satuan pendidikan.

Dan perspektif regulasi, corak ideologi kapitalisme, dapat terlihat dari pembagian kewajiban. Negara membuka partisipasi masyarakat, termasuk dalam pembiayaan, dan jjuga penyelenggaraan sekolah di bawah yayasan sebagai badan penyelenggaraan pendidikan.

Jumlah sekolah swasta di Indonesia mencapai 57.000 satuan pendidikan dari jenjang dasar hingga menengah. Sementara itu, untuk perguruan tinggi  sma dan smk, swasta lebih banyak dibandiing sma dan smk negeri.

Sekolah Rakyat dan Kompleksitasnya

Otonomi daerah menisyaratkan pengelolan satuan pendidikan dasar dan menengah kepada kabupaten/kota  dan provinsi, sementara pendidikan tinggi kepada pemerintah pusat.

Selain itu pendidikan tidak hanya diurus oleh Kementrian Pendidikan Dasar dan Menengah dan Kementrian Pendidikan Tinggi.

Dengan adanya sekolah rakyat, berarti menambah lagi satu kementrian yang turut mengelola pendidikan. Melihat beberapa titik yang akan dijadikan sekolah rakyat, Kementrian sosial menggunakan asetnya untuk dijadikan satuian pendidikan.

Namun, keberadaan sekolah rakyat ini akan menambah komleksitas pengelolaan pendidikan, Pertama, kehadiran negara dengan membiayai siswa tidak mampu secara penuh seolah mengadopsi ideologi sosialisme.

Seperti Program Makan bergizi (MBG) negara masuk ke ranah micromanaging, layaknya peran engara dalam perspektif sosialisme. Hanya desain gratis seperti negara sosialisme ini akan berenturan dengan sekolah swasta yang memiliki sigmen siswa yang sama dari kalangan daerah.

Memperkuat MBS

Pemerintah kotakabupaten dan provinsi sejatinya masih kekuarangan ruang kelas dan satuan pendidikan. Keterbatasan ruang fisikal daerah menyebabkan mereka sulit menambah ruang kelas dan pengguna baru.

Keberadaan sekolah rakyat dengan visi spesifik Kementrian Sosial mengentaskan kemiskinan dapat diserahkan kepeda pemerintah daerah menyebabkan merejka sulit menambah ruang kelas, dan bangunan baru.

Uang Operasional Rp 100 miliar rupiah per-satuan pendidikan menjadi penambah BOSP yang khusus dipertimbangkan bagi siswa tidak mampu, sehingga biaya pendidikan mereka secara utuh ditanggung oleh negara.

Sistem pemerintahan murid baru mengikuti regulasi yang telah ada sehingga masyarakat dan stakeholder pendidikan tidak dibuat bingung dengan macam ragam aturan pendidikan lainnya kerena panorana dan pengelola pendidikan.

Khofifah Bikin Program Bantuan Pendidikan Prasejahtera, Ini Targetnya

Surabaya – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meluncurkan Program Bantuan Biaya Pendidikan Peserta Didik Prasejahtera Tahun 2026 Jenjang SMA/SMK/SLB di Dyndra Convention Center Surabaya.

Baca Juga: Negara Ini Akan Larang Siswi Pakai Jilbab di Kelas, Pemerintah Ungkap Alasannya

Khofifah menekankan, bantuan biaya pendidikan bukan hanya soal transfer dana, tetapi investasi jangka panjang untuk masa depan generasi Jawa Timur.

Program ini diharapkan mampu menekan angka putus sekolah, mencegah pernikahan usia anak, serta memastikan pemulehan pendidikan wajib 12 tahun secara lebih merata hingga ke wilayah terpencil.

“Sapaan dari Pemprov tolong digunakan sebaik-baiknya karena uang ini uang amanah supaya anak-anak tidak putus sekolah,” ujar kholifah, Kamis (11/12/2025).

Bagi Anak-Anak Kurang Mampu

Kholifah juga memberikan pesan khusus kepada para orang tua agar terus mendampingi dan memotibasi putra-putranya. Sementara kepada siswa penerima bantuan, ia berpesan agar memanfaatkan kesempatan ini untuk menata masa depan.

“Para orang tua dorong semangat putra-putranya supaya mereka membangun cita-cita untuk terus sekolah, kuliah dan sukses barokah dan mulai “pesan kholifah.

Kholifah berharap program ini benar-benar meringankan beban keluarga prasejahtera khususnya di desail 1 dan 2 sehingga anak-anak dapat fokus belajar, ia menegaskan

bahwa keberhasilan program pendidikan membutuhkan sinergi seluruh pihak, sekolah, pemerintah, daerah, dunia usaha, komunitas, serta masyarakat.

“Saya mengajak seluruh elemen untuk bersinergi, sehingga program ini dapat berjalan tepat sasaran transparan dan akuntabel,” ajaknya.

Lebih lanjut peningkatan mutu pendidikan menjadi fokus utama program pembangunan di Jawa

Timur Sebab peningkatan kualitas pendidikan berkolerasi positif dengan indeks Pembangunan Manusai (PM).

Khofifah menyebut IPM Jawa Timur tahun 2025 tercatat di angka 76,13, kategori tinggi Meningkat 1,78 poin dibandingkan tahun 2024 sebesar 75,35 atau nasional yang berada di angka 75,90.

Berbagai Manfaat

“Capaian ini hasil kerja keras bersama, Namun, untuk memastikan angka RLS dan HLS terus

meningkat harus fokus pada tantangan pemerataan akses pendidikan bagi seluruh anak di jawa timur.” tuturnya.

‘Atas nama Kementrian Dalam Negeri kami mengucapkan apresiasi terutama program memberikan bantuan kepada peserta pendidikan agar bisa terus belajar,” ujarnya.

Menurut paudah, penentuan kebutuhan pendidikan di Jatim sangat baik sehingga tidak ada lagi orang yang tidak mendapatkan hak pendidikan. Keberhasilan tidak lepas dari kolaborasi pemerintah pusat dan daerah sehingga memiliki aksi agar anak tetap berada di satuan pendidikan.

“Jatim satu-satunya provinisi yang telah menyelesaikan dokumen rencana anak tidak sekolah. Apresiasi terhadap komitmen tinggi dan provinsi Jatim khusunya dinas pendidikan hak dasar seluruh warga bisa dilaksanakan di Jatim.” katanya.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jatim Aries Agung Paewai mengatakan, sasaran penerima siswa SMK, SMA dan SLB kelas X-XI dan keluarga kurang mampu desil 1 dan 2.

Anggaran yang diberikan untuk peserta didik masing-masing Rp juta. Total sasaran penerima bantuan sekitar 48,077 ribu peserta didik dengan total anggaran Rp 48,077 miliar.

Adapula aturan tegas pembatas bantuan dilakukan apabila pemerintah didik menggali dunia, putus sekolah, terlibat kriminalk dan menikah di usia dini.

Negara Ini Akan Larang Siswi Pakai Jilbab di Kelas, Pemerintah Ungkap Alasannya

Jakarta – Larangan Jilbab di kelas bakal ditetapkan di Austria mulai tahun ajaran baru mendatang. Ketentuan ini barus saja disahkan oleh Parlemen Austria pada Kamis, 11 Desember 2025 lalu.

Baca Juga: Pendidikan dan Kesehatan: Kunci Sukses Menuju Indonesia Emas 2045

Menurut aturan tersebut, larangan penggunaan jilbab di kelas berlaku untuk anak-anak di bawah usai 14 tahun. Larangan ini berlaku selama pelajaran berlangsung dan saat istirahat, sedangkan perjalanan di luar lingkungan sekolah tidak diatur.

Aturan ini mulai berlaku pada bulan februari dan akan mulai disosialisasikan kepada pendidik, orang tua, dan anak-anak tanpa sanksi bagi yang melanggarnya. Namun setelah tahap sosialisasi ini, orang tua akan dikenakan denda jika berulang kali tidak mematuhi aturan.

Orang tua dan anak melanggar aturan ini, akan dikenakan denda mencapai sekitar USD 175 hingga USD 940 atau sekitar Rp 2,9 juta Rp 15 juta (Kurs Rp 16.690).

Alasan Aturan Larangan Jilbab Disahkan

Undang-undang larangan jilbab resmi disahkan oleh koalisi pemerintahan pusat Austria. Pihak pemerintahan berpendapat, aturan ini diteken sebagai upaya untuk melindungi hak-hak anak.

Platkolm menilai, selama ini anak perempuan mengembangkan perasaan malu dan mendapatkan citra tubuh yang menyimpang. itu membuat harga diri mereka digandang menjadi tidak stabil.

Aturan ini sebenarnya bukan hal baru bagi pemerintahan Austria. Sebab, sejak 2019, pemerintah telah memperkenalkan laragam penggunaan jilbab bagi anak-anak di bawah usia 10 tahun di sekolah dasar.

Mahkamah konstitusional memutuskan bahwa larangan tersebut ilegal karena mendiskriminasi umat Muslim, dan bertentangan dengan kewajiban negara untuk bersikap netral secara agama.

Namun, Pemerintah Austria terus berupaya agar undang-undang tersebut ditegakan, sampai akhirnya disahkan pada Desember 2025.

Undang-Undang Akan Digugat

Kounitas Agama Islam Austria, sebuah asosiasi yang mewakili umat umat muslim Asutria, mengomunikasi bahwa mereka akan menggugat undang-undang tersebut di pengadilan. Menurut mereka, jilbab tidak boleh dipaksa, begitu pu n juga tidak boleh dilarang.

“Tidak ada anak yang tidak boleh dipaksa mengenakan jilbab, itu tidak dapat dinegosiasikan bagi kami. Tetapi pada saat yang sama, tidak ada anak yang boleh dicegah oleh larangan negara untuk secara sukarela yang boleh dicegah.

Selain dari pihak komuitas muslim, aturan ini turut menilai, seorang peneliti senior di Bridge intantive

Universitas Georgetown, Faridz Hatez, mengatakan aturan larangan jilbab bisa mencerminkan wacana wislanfomba yang dikirim di Austria.

“Undang-undang terbaru ini bukan berasal dari pemerintahan sayap kainan-eksrem semata.” katanya.

Sementara pakar migrasi dan integrasi di Universitas Ekonomi dan Bisnis Wirra, Juddit Kontibreger,

mengatakan bahwa undang-undang tersebut mungkin akan melemahkan persatuan dan kesatuan di Austria.

Menurutnya, aturan  baru bisa mendorong beberapa orang tua untuk menyekolahkan anak-anak

mereka di rumah atau menuntut anak-anak mereka untuk melewatkan kelas-kelas pilihan.

“Ada kehawatiran bahwa langkah politik ini dapat memiliki efek sebaliknya, yaitu lebih hanyak segresi, kata kohlenberger dalam sebuah wawancara.

Pendidikan dan Kesehatan: Kunci Sukses Menuju Indonesia Emas 2045

Jakarta – Meski Indonesia Emas 2045, pendidikan dan kesehatan merupakan dua pilar fundamental yang harus diperkuat untuk mewujudkan bangsa yang maju, sejahtera, dan berdaya saing tinggi. Investasi pada kedua sektor ini tidak hanya sekedar meningkatkan kualitas dumber daya manusia (SDM).

Baca Juga: Ibas Bicara Pentingnya Kolaborasi Antarnegara di Dunia Pendidikan

Tetapi juga menjadi fondasi bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan sosial. Namun, demikian, Indonesia menghadapi tantangan kompleks dalam pendidikan dan akses layanan kesehatan antar wilayah masih tajam.

Daerah pedesaan sering tertinggal akibat infrastuktur yang usang, sumber daya terbatas, dan lemahnya dukungan kebijakan. Kondisi ini menghambat upaya perbaikan dan memeriahkan langkah terpadu.

Berdasarkan data BPJS yang dikutip dari laman Satu Data Kemenaker, pada Agustus 2023, sekitar 22,25% dari 44,7 juta anak muda Gen Z di Indonesia tergolong dalam kategori

NEET (Not in Employent Education, and Training), atau sekitar 9,9 juta orang tidak bekerja, tidak bersekolah, dan tidak mengikuti pelatihan.

Hal ini menjadi tantangan serius dalam upaya meningkatkan rata-rata lama Sekolah (RLS) yang ditargetkan mencapai 12 tahun pada 2045. Selain itu, hasil program for international

student assesment (PISA) 2022 menempatkan Indonesia di peringkat ke-69 dan 80 negara, mengindikasikan perlunya peningkatan kualitas pendidikan secara menyeluruh.

Upaya Peningkatan di Sektor Pendidikan

Untuk mengatasi hal ini. pemerintah telah megalokasikan anggaran yang signifikan melalui. Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) terbaru, dengan fokus pada peningkatan kesejahteraan guru, perbaikan infrastuktur sekolah.

Dan penyesuaian kurikulum yang relevan dengan kebutuhan industri. Langkah ini diharapkan dapat menciptakan generasi muda yang kompeten dan siap bersaing di kancah global.

Sementara itu, kesehatan yang optimal adalah persyaratan bagi produktivitas dan kualitas hidup masyarakat. Indonesia masih menghadapi tantangan, seperti tingginya angka stuning yang mencapai 21,5% pada 2023.

Untuk menurunkan angka ini, pemerintah meluncurkan Program makan bergizi gratis (MBG) yang bertujuan menyediakan makanan bergizi bagi kelompok rentan, termasuk anak-anak sekolah dan ibu hamil.

Pogram ini diharapkan dapat menjangkau jutaan  penerima manfaat pada 2025 dengan anggaran sebesar Rp 71 triliun. Selain itu, pemerintah terus mengupayakan langkah preverintif

untuk mencegah penyakit utama seperti stroke, pentyakit jantung, dan tuberkolosis, guna mengubah budaya masyarakat dan pengobatan menuju pencegahan.

Pendidikan dan kesehatan harus berkembang bersama karena peningkatan di satu sektor akan memperkuat sektor lainnya, menciptakan masyarakat yang telah tangguh dan berkelanjutan.

Studi menunjukan bahwa individu dengan tingkat pendidikan lebih tinggi cenderung memiliki pola konsumsi makanan yang lebih sehat, yang berkontribusi pada peningktan status kesehatan masyarakat.

Pentingnya Sektor Pendidikan

Selain itu, investasi dalam kesehatan terbukti meningkatkan hasil dari investasi pendidikan, karena

anak-anak yang sehat memiliki tingkat kehadoran sekolah yang lebih tinggi dan mampu menyerap pelajaran dengan lebih bai.

Dengan pendekatan menyeluruh, kemajuan kedua bidang vital ini dapat berjalan seiring, memperkuat

produktivitas tenaga kerja, serta mendorong yang ketat, sehingga standar layanan terjaga di manapun.

Selain itu, integrasi kebijakan lintas sektor sangat penting, misalnya menggantikan program

pendidikan dengan inisiatif kesehatan (seperti memasukan materi gizi di kurikulum sekolah.

Akan memastikan membuka jalan bagi inovasi di lapangan dan memastikan setiap warga, terutama yang terimajinakan, mendapat layanan pendidikan dan kesehatan yang layak.

Ibas Bicara Pentingnya Kolaborasi Antarnegara di Dunia Pendidikan

Jakarta – Wakil Ketua MPR RI sekaligus Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI. Edhie Baskoro Yudhoyono (ibas) menekankan pentingnya sinergi antarnegara dalam dunia pendidikan. Ia menyebut kerja sama akademik lintas bangsa, khusunya antara Indonesia dan Malaysia sebagai kunci menciptakan masa depan yang cerah bagi generasi muda dunia.

Baca Juga: Sekolah Rakyat Jalan Memutus Rantai Kemiskinan Lewat Pendidikan

“Tentu saj, merupakan suatu kehormatan bagi saya untuk berada di Universiti Malaya. Universitas ini memiliki reputasi baik dan terkenal, tidak hanya bagi orang Malaysia, tetapi juga di Asia dan Dunia.

Saya tahu bahwa Universiti Malaya telah memberikan banyak kontribusi, tidak hanya pada mahasiswa, alumni, tapi juga kepada dunia.” kata ibas dalam keterangan tertulis, Jumat (2/5/2025).

“Penting untuk kita membangun kolaborasi dan sinergi antar negara, tidak hanya antar pemerintah, tapi juga antar parlemen, dan kampus ke kampus.” lanjutnya.

Hal tersebut disampaikan di hadapan Rektor University Malaya, Prof. Dato Seni Ir. Dr. Noor Azuan Abu Osman, serta para dosen dan mahasiswa dalam kunjungannya ke Universiti Malaya pada Rabu (30/4).

Ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi yang tidak hanya terbatas antar pemerintah, tetapi juga antar parlemen dan kampus. Ibas menyambut baik banyaknya mahasiswa Indonesia yang menempuh studi di Unibversiti Malaya, serta keterlibatan dosen Malaysia dalam kegiatan akademik di Indonesia.

Pendidikan Sangatlah Penting Sekali

“Begitu banyak mahasiswa pertukaran yang datang ke Malaysia untuk belajar di Universiti Malaya yang juga mengajar di kampus kami di Indonesia. Jadi kerja sama antar kampsu seperti ini harus kita lanjutkan dengan pemikiran dan diskusi yang dalan.

Menurutnya, di tengah tantangan global, pendidikan harus menjadi wadah kolaboratif yang adaptif terhadap perubahan.

“Kita harus mengetahui peluang dan tantangan kita serta terus juga mengikuti perubahan dunia yang begitu cepat. Dan itulah mengapa saya mendukung kolaborasi dan kita harus bersatu.

Malaysia adalah negara yang besar. Kita adalah saudara serumpun, kita adalah tetangga, tetapi kita juga memiliki budaya dan nilai-nilai yang serupa,” kata ibas”.

“Kita disini untuk bergandengan tangan dan kita dapat menciptakan banyak hal, tidak hanya dengan perdagangan dan investasi tetapi juga untuk pendidikan, meningkatkan masa depan kita yang cerah maju sejahtera bersama generasi muda kita,” imbuhnya.

Ibas lulusan S3 IPB berharap hubungan baik antara universitas di kedua negara terus ditingkatkan. Ia juga mengajak seluruh pemangku kebijakan, termasuk politisi dan akademisi, untuk ikut mendorong kerja sama antar negara.yang saling memperkuat.

“Saya berharap pendidikan, kolaborasi dan komunikasi seperti ini, dengan semua pemangku kepentingan di dunia dapat terus berlanjut. Banyak peluang dan tantangan yang harus kita hadapi.

Mulai dari politik ekonomi hingga pendidikan. Kami betharao Universitas Malaya daapt memberikan hal positif progresif untuk dunia, khususnya ASEAN.” pungkasnya.

Rektor Universitas Malaya menyambut positif kunjungan Ibas. Ia menyebut pertemuan ini bukan hanya menjalin hubungan antar universitas, tetapi juga antar negara.

“Suatu kehornatang bagi kami bisa menyambut baik Prof. Dr. Yvonne Lim Ai Liam turut mengapresiasikan kehadiran Ibas dan mendorong mahasiswa untuk menyimak perannya dengan serius. Seseorang mahasiswa, Reiman juga baik dan selalu percaya bahwa sebagai sebuah universitas.

Tidak peduli apakah kamu berada di Malaysia atau di Indonesia, peran kita adalah untuk berbagi pengetahuan,” turutnya.

Dalam kunjungan ini, ibas juga disambut oleh jajaran pimpinan kampus seperti Wakil Rektor, Prof Hamza Zaiman Huri, Deputy wice-Canchelor, Prof. Zamiri Radzi, dan tokoh akademik lainnya. Kunjungan tersebut menjadi momen penting demi memperkuat hubungan pebdidikan Indonesia-Malaysia demi mencapai pemimpin masa depan.

Sekolah Rakyat Jalan Memutus

Sekolah Rakyat Jalan Memutus Rantai Kemiskinan Lewat Pendidikan

Jakarta – Tidak ada yang lebih memilukan selain melihat anak-anak Indonesia terpupus harapan masa depan hanya karena terlahir dari keluarga miskin. Kemiskinnan kerap menjadi lingkaran setan yang diwariskan antar generasi.

Baca Juga: Sekolah Rakyat Jalan Memutus Rantai Kemiskinan Lewat Pendidikan

Di tengah tantangan itu, pendidikan adalah jalan paling nyata untuk memutus lingkaran tersebut. Seperti kata Neilson Mandela, “Pendidikan adalah senjata paling kuat untuk menghancurkan kemiskinan.”

Kita seharusnya bisa bersepakat bahwa kemiskinan tak boleh jadi takdir. Data Badan Pusat Statistik (BPS) 2025 mencatat, lebih dari 25 juta warga Indonesia hidup di bawah garis kemiskinan, dan sebagian besar berasal dari keluaraga yang nyaris tak memiliki akses pendidikan layak.

Data Statistik Usai Penelitian

Sejumlah penenlitian menunjukan korelasi erat antara pendidikan dan kemiskinan. Semakin lama seseorang bersekolah, peluagnya keluar dan kemiskinan jauh lebih besar. Bank dunia (2021) bahkan mencatat bahwa peningkatan rata-rata lama sekolah di Indonesia dapat menurunkan tingkat kemiskinan hingga 4 persen.

Inilah yang terjadi pijakan utama Presiden Republik Indonesia Prabowo Subiant, saat menggagas Sekolah Rakyat. Beliau selalu menekankan amanah UUD 1945 di bagian pembukaan bahwa negara wajib kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa.

Visi Indonesia Emas 2045 diwujudkan salah satunya dengan memperkuat pembangunan sumber daya manusia lewat pendidikan.

Sekolah rakyat sebagai program transformatif bertujuan agar tak ada lagi anak Indonesia kehilangan akses pendidikan hanya karena faktor eonomi. Dalam berbagai kesempatan, Presiden menegaskan, “Pendidikan adalah penentu apakah bangsa ini akan menjadi negara maju atau tetap miskin.

Manfaat Adanya Sekolah Rakyat

Sekolah Rakyat adalah sekolah berasrama dengan fasilitas setara sekolah unggulan. Bedanya, sekolah ini menyasar anak-anak dari keluarga paling rentan, yakni mereka yang kategori detail 1 dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi(DTSEN).

Mereka akan mendapatkan pendidikan akademis, penanaman nilai kebangsaan, hingga keterampilan teknologi yang relevan dengan kurikulumnya yang sudah terintegrasi dengan pendidikan vokasional dan penguatan karakter. Seluruh biaya pendidikan, asrama, dan fasilitas, ditanggung sepenuhnya oleh negara.

Menteri Sosial Saifullah Yususf menegaskan, Sekolah Rakyat adalah bagian dari ikhtisar besar memutus rantai kemiskinan, sekaligus menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas.

Program ini juga dirancang sebagai ruang belajar yang aman dan inklusif. Semua anak yang memenuhi kriteria berhak mendapatkan kesempatan yang sama, tanpa memandang asal-usul atau latar belakang.

Sebentar lagi program ini akan dimulai. Tahap awalnya siap bergulir dengan dukungan nyata berbagai pihak, baik di tingkat pusat maupun daerah. agar program ini benar-benar hadir di tengah masyarakat yang membutuhkan.

Di berbagai daerah, antusiame terlihat nyata. Sejumlah kepala daerah diantaranya dari Sibolga, Gresik, hingga Papua Tengah, bergerak cepat mempersiapkan lahan, inrastuktur dan sosialisasi. Beberapa bahkan membentuk ini khusus untuk memfasilitasi pembangunan Sekolah Rakyat.

Dukungan juga datang dari Kementrian Kesehatan yang menggelar pemeriksaan kesehatan gratis bagi seluruh calon siswa mulai 7 juli 2025. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPA) turut dilibatkan sejak awal nanti.

Semangat yang sama datang dari para calon guru. Tak sedikit lulusan terbaik perguruan tinggi terpanggil mendaftar sebagai pengajar Sekolah Rakyat. Mereka melihat ini bukan sekedar profesi, melainkan panggilan untuk ikut membangun masa depan Indonesia.

Dukungan publik juga terus menguat. Survei Litbang Kompas Mencatat, 94,4 persen masyarakat mendukung penuh Sekolah Rakyat, dan 83,9 persen yakin program ini efektif memutus rantai kemiskinan jika dijalankan dengan baik.