Optimisme Transformasi Pendidikan Indonesia
Jakarta – Saat ini dunia pendidikan Indonesia berada di persimpangan yang sangat urgent disikapi. Komitmen Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan kualitas pendidikan yang lebih merata dan berkualitas.
Baca Juga: Sekolah Rakyat dan Kompleksitas Pengelolaan Pendidikan
Melalui konsolidasi fasilitas dan pemerataan akses pendidikan, program ini diharapkan dapat meningkatkan kualitaas sumber daya manusia (SDM) Indonesia secara berkelanjutan. Namun, untuk memastikan keberhasilannya, kita perlu adaptasi kontektual Contex Based Inovation.
Begera-negara seperti vietnam dan Korea Selatan yang berhasil meraih prestasi luar biasa meskipun menghadapi tantangan yang serupa.
Meningkatkan Kualitas Pendidikan
Pendidikan berkualitas adalah fondasi untuk membangun SDM yang kompetitif, inovatif, dan siap menghadapi tantangan global. Dalam beberapa tahun terakhir, indonesia telah menunjukan komitmen besar untuk meningkatkan kualitas pendidikan di seluruh wilayah, terutama di daerah-daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Program pemerataan fasilitas pendidikan, termasuk penyediaan perangkat digital untuk mendukung proses belajar mengajar, adalah langkah strategis yang perlu diapresiasi, didukung, dan diawasi bersama.
Fokus pemerataan pendidikan tidak hanya pada distribusi fasilitas, tetapi juga pada konsolidasi sekolah-sekolah yang kekurangan siswa atau fasilitas terbatas. Langkah ini akan memastikan bahwa semua siswa di seluruh penjuru Indonesia mendapatkan kesempatan yang sama untukk mengakses pendidikan berkualitas.
Target Pemerintah 7000 Sekolah Terintegrasi
Pemerintah menargetkan pembangunan +7.000 Sekolah Terintegrasi di seluruh kecamatan mulai 2026, beradasarkan pidato Presiden Prabowo serta rillis resmi SetmegSetkab.
Setiap kawasan pendidikan dirancang sebagai campus style, bukan sekedar SD-SMP-SMA/SMK yang berdekatan, tetapi satu kompleks terpadu dengan satu pagar area kawasan.
Dalam satu kawasan tersedia SD, SMP, dan SMA atau SMK, dilengkapi fasilitas modern layaknya standar negara maju. Laboratorium Matematika, Sains, Bahasa, Bengkel vokasional SMK, Fasilitas olahraga dan seni, serta interactive flat panel smartboard.
Program ini menargetkan terutama keluarga menengah ke bawah (desil 3-6) Pada saat yang sama pemerintah menyiapkan dua skema pelengkap Sekolah Rakyat boarding, untuk keluaraga sangat miskin (desil 1-2) dan Sekolah Garuda.
Sekolah unggulan untuk murid berbakat STEM, ini gagasn sangat bolistik dan sejak awal harus jelas parameter dan tahapan target capaian/luarnya.
Meski sekolah terintegrasi bersifat nonasrama, sehingga siswa tetap.
Sekolah terintegrasi akan menjadi anchor school sekolah neegeri di kecamatan dalam kebijakan zonasi. Pembangunan tidak selalu dimulai dari nol, pemerintah harusnya membuka opsi konversi atau revitalasi sekolah negeri yang sudah ada.
Untuk eksekusi diperlukan bentuk tim satgas. Sekolah Terintegrasi yang profesional berkomitmen dan integrasi tinggi di bawah Kemendikdasmen/ Kemendikbud
Belajar dari Keberhasilan Vietnam dan Korea Selatan
Vietnam bukti negara berkembang bisa unggul berhasil mencetak lompatan besar dalam kualitas pendidikan, meski memiliki tantangan ekonomi dan geografis yang mirip dengan Indonesia.
Menunjukan bahwa komitmen kuat terhadap pemerataan dan peningkatan kompetensi guru dapat menghasilkan kualitas pendidikan tinggi, bahkan di kawasan yang termiskin.
Peran Strategis Akademisi Penting dalam Implementasi Sekolah Terintegrasi
Keterlibatan akademisi dalam pengembangan kebijakan memastikan bahwa program. Sekolah Terintegrasi tidak hanya tepat sasaran, tetapi juga adaptip dan diterima oleh seluruh lapisan masyarakat.
Lebih jauh perguruan tinggi diharapkan menjadi institusi yang benar-benar berdampak, bukan sekedar menghasilkan lulusan, publikasi, atau pemikat global.
Optimisasi Indonesia: Melihat Peluang dan Tantangan
Jika Program ini dilaksanakan dengan efektif, fokus pada selektif dan produksi guru bermutu, upgrading skill guru-guru berkelanjutan.
Melangkah Bersama Menuju Masa Depan yang Lebih Baik
Pendidikan adalah kunci utama untuk membangun Indonesia yang lebih maju dan kompetitif di kancah global. Dengan komitmen yang kuat dari Presiden Prabowo dan berbagai pihak terkait, serta mengadopsi secara adaptif.